Blogger, suka ngobrol kan ? terus paling ga enak kalo obrolan kita tak terarah dengan jelas, benar kan? Nah, sekarang kita bahas bareng gimana caranya memanaj persepsi supaya obrolan bisa efektif.

Pada dasarnya pesan yang disampaikan dalam kegiatan komunikasi, satu sama lain akan saling memberikan persepsi. Yah persepsi memang penting. Karena kepentingan itulah, persepsi kerap kali memberikan salah faham dalam menangkap pesan. Kesalahan itu muncul karena pemikiran orang berbeda-beda. Sehingga untuk mencapai komunikasi yang efektif, seseorang harus pandai mempertimbangkan persepsi dari pesan yang disampaikannya.

Untuk mempertimbangkan persepsi, hal yang harus difahami adalah manajemen persepsi. Dengan manajemen persepsi, seseorang akan mampu mempertimbangkanya. Sehingga komunikasi yang dijalin bisa efektif. Nah, itulah alasannya kenapa kita harus pintar memanaj persepsi.

Hal yang harus dilakukan dalam manajemen persepsi adalah membangun frame persepsi. Dengan frame tersebut kita dapat mengemas pesan yang akan disampaikan. Sehingga pertimbangan persepsi pun dapat diprediksi. Menurut Lani Aredondo dalam bukunya Communicate Effectively (2007:3) menyebutkan ada beberapa factor dalam membangun frame.

  • Sikap

Sikap merupakan komponen yang dapat mempengaruhi persepsi orang lain terhadap pesan yang disampaikan. Sikap yang baik mencerminkan komunikasi yang baik.

  • Kepercayaan

Komponen lain yang tidak kalah penting adalah kepercayaan. Sesorang yang dipercaya akan meningkatkan efektifitas komunikasinya. Hal ini karena diantara keduanya telah terbina hubungan kepercayaan.

  • Budaya

Budaya menjadi latar belakang sesorang dalam membangun frame persepsi terhadap pesan yang disampaikan.

  • Pendidikan

Sama halnya dengan budaya, latar belakang pendidikan juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan dalam membangun frame.

  • Emosi

Emosi lebih menekankan kita untuk dapat memahami aspek psikologis orang yang akan disampaikan yang kemudian dia akan memberikan persepsinya.

  • Pengalaman

Pengalaman merupakan alat untuk membiasakan membangun frame persepsi yang baik untuk memudahkan mempertimbangkan persepsi.

  • Gender

Gender membuat seseorang memiliki perbedaan kebutuhan yang harus disikapi dalam membangun frame persepsi.

Faktor yang tadi dijelasin merupakan generalisasi dari banyaknya factor yang ada. Persepsi memang aspek yang harus diperhatikan dalam berkomunikasi. Orang lain akan melihat bagaimana kita, adalah dari persepsinya terhadap komunikasi yang kita sampaikan. Karena persepsi terjadi berdasarkan reflek dan respon seseorang yang terjadi secara spontan. Artinya secara psikologis ini merupakan siklus komunikasi yang biasa terjadi.

Gimana uraiannya ?  cukup ya buat referensi. Penulis akhiri tulisan ini dengan sebuah perkataan dari Tom Peters bahwa “Perception is all there is—manage it!