Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia dengan konsep Negara kepulauannya. Selain itu Indonesia juga merupakan Negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang berlimpah hamper di seluruh wilayah Indonesia. Kendati demikian, keadaan Indonesia tersebut tidak mampu mengangkat Negara Indonesia menjadi Negara yang kaya dan maju. Indonesia pernah disegani dan dihargai oleh negara dan bangsa lain di dunia, salah satunya pernah menjadi macan asia dengan pengaruh besar terhadap Negara dan bangsa lain, memiliki sosok pemimpin yang sangat kharismatik, berani dan tegas seperti Soekarno, berani dalam setiap tindakan dalam negeri maupun dunia internasional serta tegas dalam mengambil sikap dan kebijakan serta kepiawaian beliau dalam berpidato.

Prestasi Indonesia yang pernah mengangkat Negara dan bangsa Indonesia, itu tidak berlanjut ke generasi berikutnya. Seiring dengan berjalannya waktu. bangsa Indonesia sekarang ini tidak mencerminkan keadaan yang dulu pernah melekat. Indonesia sekarang sedang dilanda krisis nasionalisme terhadap Negara dan bangsanya, loyalitas dan solidaritas terhadap sesama bangsa seakan memudar secara perlahan dari masa ke masa. Bangsa Indonesia yang beraneka ragam dari berbagai aspek mulai dari suku, latar belakang ekonomi, pendidikan, bahasa daerah, adat istiadat, agama, dan lain-lain, harus tetap dipelihara kesatuan dan persatuannya. Bagaimanapun keadaan bangsa ini, ketika rasa nasionalisme, kesatuan dan persatuannya dipelihara dengan baik, maka segala persoalan akan bisa diselesaikan dengan baik. Sebaliknya, ketika nasionalisme, kesatuan dan persatuannya telah terganggu, maka persoalan sekecil apapun akan berkembang menjadi besar dan rumit,  hingga sulit dipecahkan.

Rasa persatuan ini merupakan salah satu amanat yang tertulis dalam pancasila. Pada sila ketiga yang berbunyi persatuan Indonesia, berbicara mengenai tatanan kemasyarakatan yang bersatu dan berdaulat tanpa dipenuhi tawuran, kekerasan dan permusuhan. Hal ini akan tercipta dengan sendirinya, ketika sila yang pertama yakni ketuhanan yang maha esa dan kedua yakni kemanusiaan yang adil dan beradab tumbuh dalam jiwa bangsa Indonesia. Karena perilaku yang beradab akan meminimalisir konflik. Persatuan ini juga merupakan syarat untuk tercapainya Indonesia yang makmur dan sejahtera. Ketika semua bangsa telah bersatu, baik dalam hal tujuan, pikiran, ataupun yang lainnya, sebagai cerminan dari semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Banyak faktor yang mendasari terjadinya krisis nasionalisme bangsa di Indonesia. Diantara faktor tersebut boleh jadi para aparatur pemerintahan yang memimpi bidangnya selalu dilanda masalah. Mulai dari korupsi yang terus menerus mencitrakan para wakil rakyat hingga sikap disorientasi para pengayom masyarakat.  Penegak hukum di indonesia yang tidak mencerminkan keadilan kepada masyarakat kecil, hukum seolah bisa di perjual belikan dengan uang, kasus-kasus suap selalu menghiasi setiap kalangan-kalangan elit yang memiliki kepantingan, serta kasus dan masalah yang lainnya lambat laun menciptakan konflik hingga terjadinya disintegrasi sosial terhadap bangsa indonesia.

Keadaan seperti ini tentunya sangat tidak diinginkan untuk terus menjamur di Indonesia, karena lambat laun bangsa di Indonesia akan semakin kehilangan rasa nasionalismenya terhadap Negara dan bangsa Indonesia. Rasa nasionalisme bangsa Indonesia ini harus dibangkitkan kembali sebagai langkah awal perbaikan kondisi sosial bangsa Indonesia. Keadaan Rakyat indonesia yang sangat merindukan pemerintahan yang bersih, pemerintahan yang memiliki cita-cita besar untuk perubahan Indonesia kearah yang lebih baik, kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada pemimpin harus digunakan sebaik mungkin bukan untuk disalahgunakan dengan sikap yang negative, sehingga masyarakat miskin semakin sengsara sedangkan mereka yang kaya semakin bertambah kaya. Oleh karenanya perlu adanya upaya dan sikap yang nyata, yang mampu mengangkat mootivasi bangsa Indonesia untuk semakin memperlihatkan rasa nasionalismenya terhadap bangsa dan negara Indonesia. Dengan adanya upaya tersebut yang pasti masyarakat indonesia akan semakin timbul rasa nasionalismenya, dengan adanya kerjasama antara aparatur pemerintahan Indonesia serta elemen-elemen lainnya bersama rakyat membangun negeri menjadikan Indonesia yang damai dan sejahtera.

Diantara banyak upaya yang dapat dilakukan untuk membangkitkan kembali rasa nasionalisme untuk terciptanya kesatuan dan kesatuan bangsa Indonesia adalah dengan pemanfaatan media sosial sebagai sarana dan fasilitator. Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi guna menjalin hubungan sebagai langkah dan upaya menciptakan rasa solidaritas dan loyalitas dalam rangka mencapai kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia.