Perkembangan teknologi yang begitu pesat, membuat paradigm berpikir dan pola kehidupan orang-orag menjadi modern seiring dengan perkembangan teknologi. Sikap ini merupakan respon positif dari perkembangan teknologi terhadap pola kehidupan manusia di era globalisasi. Dalam konteks TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), perkembangan dan kemajuan teknologi yang cepat, diikuti dengan penetrasi gadget yang begitu deras telah mengubah paradigm berpikir dan pola kehidupan manusia menjadi technology-based.

Dengan adanya perkembangan tersebut, tentunya banyak pengaruh yang akan masuk terhadap sektor-sektor kehidupan manusia. Pengaruh tersebut ada yang berbau positif dan pengaruh yang negative tergantung bagaimana manusia itu mampu mengontrol diri terhadap respon perkembangan teknologi yang pesat. Hal ini mungkin cukup sulit, karena di era globalisasi sekarang ini hanya sedikit orang saja yang mampu mengadaptasikan dirinya dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Sehingga pemanfaatan teknologi pun tidak dimaksimalkan dalam ranah positif, karena kebanyakan orang banyak menyalahgunakannya dalam ranah negative.

Media sosial merupakan salah satu produk dari perkembangan teknologi khususnya dalam bidang informasi dan komunikasi. Seiring dengan fenomena perkembangan teknologi yang memiliki nilai positif dam negatifnya, media sosial sebagai produk juga dibarengi dengan nilai positif dan negatifnya. Sehingga perlu adanya kontrol untuk meminimalisir penyalahgunaan penggunaan media sosial kearah yang negatif.

Dewasa ini banyak orang yang belum memahami betul bagaimana penggunaan media sosial dengan cara-cara yang baik dan benar sesuai dengan fungsi dari media sosial tersebut. Kebanyakan orang hanya mengetahui secara instan saja mengenai penggunaan media sosial. Hal ini tentunya harus ada sedikit perubahan paradigma masyarakat dalam menanggapi perkembagan media sosial.

Sebagaimana fungsi utama dari media sosial sebagai sarana berbagi informasi dan menjalin hubungan antar penggunanya, seharusnya manusia bisa lebih pintar dalam menggunakan dan memanfaatkan media sosial dalam membina hubungan sosial dan memupuk persatuan bangsa. Pembinaan hubungan sosial ini penting dalam rangka memupuk rasa nasionalisme, kesatuan dan persatuan bangsa menuju bangsa yang makmur dan sejahtera. Media sosial bisa menjadi suatu alternatif yang dapat dimanfaatkan peran dan fungsinya untuk menciptakan tujuan tersebut. Dengan penggunaan media sosial ini diharapkan masyarakat mampu menciptakan pembinaan sosiam berbasis media sosial yang modern dan terbuka. Ketika hal ini mampu diciptakan maka suasana dalam pembinaan akan semakin berwarna dan semakin mengefektifkan komunikasi antar masyarakat.

Media sosial sebagai media berbagi informasi, dapat dimanfaatkan untuk memberikan pendidikan mengenai pancasila dan bagaimana menjadi warga negara atau bangsa yang baik. Hal ini dapat menjadi efektif karena pengguna media sosial telah menjadi angka mayoritas di era informasi saat ini.

Berikut ini merupakan beberapa diantara peran dan manfaat media sosial sebagai sarana tambahan dalam mempersatukan bangsa :

  • Media Sosial sebagai Media Berbagi antar Masyarakat

Media sosial memegang peranan penting dalam kemajuan dan perkembangan suatu bangsa dan Negaranya. Semakin tepat dan benar media sosial tersebut menyampaikan informasinya ke masyarakat, maka perkembangan dan kemajuan bangsa dan negara pun menjadi lebih baik. Hal ini dikarenakan masyarakat merupakan elemen utama dalam perkembangan dan kemajuan suatu bangsa dan Negaranya. Bersamaan ini masyarakat dapat dikategorikan sebagai aktor yang akan memainkan perannya dalam mengembangkan dan memajukan bangsa dan negaranya. Sehingga apabila media sosial memberikan informasi yang postif dikalangan masyarakat tersebut, maka masyarakat di Negara tersebut akan memiliki paradigm berfikir yang positif dalam kehidupan bermasyarakat dan akan terbentuklah suatu sistem pemerintahan yang positif pula, dimana masyarakat memiliki kepercayaan yang tinggi kepada pemerintahnya.

Informasi merupakan sesuatu yang memberikan efek yang signifikan terhadap penerimanya. Istilah yang menamakan media informasi Indonesia Bad News is Good News telah meracuni paradigm masyarakat. Pikiran masyarakat yang terlalu banyak mengkonsumsi informasi yang tidak bermanfaat bahkan buruk akan memberikan efek psikologis dan efek perilaku yang mengikupi apa yang didapatnya. Oleh karenanya pemanfaatan media sosial sebagai media berbagi informasi haruslah dalam ranah yang positif. Sehingga cita-cita dan harapan menumbuhka kembali rasa nasionalisme dalam upaya mempersatukan bangsa dapat tercapai dengan baik.

  • Media Sosial sebagai Motivasi dalam Loyalitas dan Solidaritas

Pernan media sosial dalam ranah membangun hubungan sangatlah penting untuk diperhatikan. Dalam hal ini media sosial berperan penting dalam penyebaran informasi-informasi tersebut ke kalangan masyarakat luas, sehingga berbagai masyarakat dapat mengetahui informasi dan kejadian-kejadian yang tengah hangat terjadi dan dapat ikut berpartisipasi dalam dalam rangka apresiasi loyalitas dan solidaritas terhadap sesamanya.

Media sosial akan mempermudah membangun komunitas, link dan jaringan untuk mengembangkan rasa kesatuan dan kesatuan antar bangsa. Konsep media sosiayang berbagi informasi, sehingga mampu terciptanya pemerataan dalam hal wawasan bangsa mengenai pengetahuan umum. Hal ini akan memberikan efek positif untuk membina hubungan persatuan bangsa yang memiliki kualitas terutama dalam aspek intelektual.

  • Media Sosial sebagai Motivasi dalam Mempersatukan Bangsa

Media sosial menawarkan kesempatan tak tertandingi untuk berinteraksi dengan sesama penggunanya dan membangun hubungan. Pengguna akan mendapatkan sebuah feedback langsung, ide, pengujian dan mengelola pembinaan hubungan dengan cepat. Tidak dengan media tradisional yang tidak dapat melakukan hal tersebut, media tradisional hanya melakukan komunikasi satu arah.