PENGARUH KOMUNIKASI DALAM MENGHIDUPKAN

PERADABAN MANUSIA

Oleh : Adi Moch Priyanto

            Kehidupan merupakan fenomena yang luar biasa untuk dijadikan bahan kajian Ilmu Pengetahuan. Di dalamnya terdapat dimensi yang unik serta menarik untuk dikaji. Beberapa fenomena yang terkait dengan kehidupan yang banyak dikaji oleh para Ilmuan adalah Antropologi, Simbiosis, Korelasi dengan sejarah  lahirnya Ilmu Pengetahuan, salah satunya adalah Ilmu Komunikasi.

Sebuah kelumrahan dan merupakan takdir bahwa hidup manusia tidak bisa lepas dari orang lain, karena sejatinya manusia itu tidak bisa hidup sendiri dan ia memerlukan komunitas sosial untuk melangsungkan kehidupannya. Maka disanalah komunikasi mempengaruhi kehidupan manusia.

Kelumrahan itu ditunjukan manusia dalam bentuk komunikasi. Komunikasi ini terjadi karena adanya hubungan antar anggota sosial, rasa keingintahuan terhadap lingkungan dan dirinya sendiri. Bahkan banyak pakar menilai bahwa komunikasi adalah suatu kebutuhan yang sangat  fundamental bagi seseorang dalam hidup bermasyarakat (Cangara; 2011).

Begitu fundamentalnya, Profesor Wilbur Schramm menyebutnya bahwa komunikasi dan masyarakat adalah dua kata kembar yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Sebab tanpa komunikasi tidak mungkin masyarakat terbentuk, sebaliknya tanpa masyarakat maka manusia tidak mungkin dapat mengembangkan komunikasi (Schramm; 1982).

Seperti itulah pengaruh komunikasi dalam menghidupkan peradaban manusia.  Begitu dimensional dan unik dalam prosesinya. Dalam teori dasar Biologi menyebutkan adanya dua kebutuhan yang mendorongan manusia sehingga ingin berkomunikasi, yakni kebutuhan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dan kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya (Cangara; 2011).

Setelah kita mengetahui bagaimana pengaruh komunikasi dalam kehidupan, maka kita pun harus tahu bagaimana perjalan sejarahnya. Jika kita berjalan dan melihat ke masa sejarah bagaimana komunikasi menemani perjalanan manusia dalam menghidupkan peradaban, di sana akan kita ketahui prosesi yang memiliki banyak dimensi untuk dikaji.

Tidak ada data autentik yang menerangkan kapan manusia dapat berkomunikasi atau kapan komunikasi mempengaruhi kehidupan. Kata komunikasi itu sendiri berasal dari bahasa Latin communis yang berarti sama, atau Communicocommunicatio dan communicare yang berarti membuat sama (make to common), yang pada awalnya digunakan untuk kebutuhan organis.

Banyak bentuk dan usaha manusia untuk bisa berkomunikasi yang terlihat di kehidupan masa lalu. Salah satunya adalah pendirian tempat permukiman penduduk di beberapa daerah yang mengikuti aliran sungai, jalan raya, tepi pantai, yang bertujuan untuk memudahkan mereka untuk berkomunikasi dengan lingkungan luar disekitarnya. Pemukulan gong di Romawi, pembakaran api yang menggepulkan asap di China merupakan simbol komunikasi yang dilakukan oleh manusia di masa lalu.

Selain itu, seperti yang kita ketahui dalam kehidupan sejarah manusia sudah melakukan perjalanan ke berbagai belahan dunia baik dalam bentuk perdagangan, penjajahan, diplomatik, dan lain sebagainya, yang salah satu tujuannya adalah untuk menjalin komunikasi.

Seiring berjalannya waktu, jenis komunikasi pun berkembang dari mulai lisan, tulisan, sampai munculnya peralatan komunikasi teknologi modern seperti; media cetak, telepon, televisi, komputer, internet, dan lain sebagainya. Jenis komunikasi itu telah mengpengaruhi kehidupan manusia baik dalam paradigma berfikir, paradigma sosial sampai kepada paradigna agama. Sehingga bermunculan sifat-sifat dalam aspek kejiwaan manusia, yang menjadi salah satu problematika dalam kehidupannya.

Melihat perjalanan komunikasi mempengaruhi kehidupan sehingga hidupnya peradaban, dapat dibagi menjadi empat generasi, yaitu :

  1. Generasi Komunikasi Lisan

Generasi pertama ini berlangsung sekitar 50 juta tahun. Proses komunikasi yang terjadi di generasi ini pun berlangsung mendadak dan spontanitas. Bentuk dan usaha yang dilakukan manusia untuk bisa berkomunikasi adalah dengan melakukan pendirian rumah di jalur sungai, agar dapat berkomunikasi melauli perahu, sampan, dan lain sebagainya. Selain itu juga, manusia melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat yang lain untuk berkomunikasi dengan orang yang ada disekitarnya.

  1. Generasi Komunikasi Tulisan

Setelah melalui proses generasi pertama yang cukup lama, manusia menemukan cara komunikasi generasi kedua dengan media tulisan.

Bukti kecakapan generasi ini ditandai dengan ditemukannya tanah liat yang bertulis di Sumeria dan Mesopotamia sekitar 4000 tahun sebelum masehi.  Kemudian ditemukannya berbagai tulisan di kulit binatang dan batu arca. Lalu secara berturut-turut dapat disebutkan pemakaian huruf kuno di Mesir (3000 tahun SM), alpabet Phunesia (1800 tahun SM), huruf Yunani Kuno (1000 tahun SM), huruf Latin (600 tahun SM), pencetakan buku pertama di China (tahun 600 M), pemakaian tinta dan kertas di Persia (tahun 676 M), dan di Eropa (tahun 1200 M).

  1. Generasi Komunikasi Media Cetak

Generasi ketiga ini berlangsung sekitar 500 tahun, diawali dengan ditemukannya teknik cetak mencetak pada tahun 1450 oleh Guntenberg dan John Coster di Jerman yang berlansung 5000 tahun. Penemuan tersebut diklaim sebagai revolusinya komunikasi.

Surat kabar pertama yang terbit secara berkala muncul di Italia pada tahun 1562, disusul penerbitan majalah pertama di Jerman tahun 1594, dan pendirian mesin cetak surat kabar di Amerika Utara tahun 1639.

Teknik cetak mencetak ini pun telah menciptakan teknik baru dalam bidang Jurnalistik, baik dalam segi tulisan maupun gambar atau karikatur. Selain itu generasi kedua ini juga telah menemukan teknik berkomunikasi dengan jumlah komunikan yang lebih banyak.

  1. Generasi Komunikasi Media Elektronik Modern

Generasi keempat ini diawali dengan penemuannya yang berturut-turut, dimulai dengan penemuan fotografi di atas besi plat (tahun 1827), telegraf oleh Samuel Morse (tahun 1844), Telegraf Cetak oleh David Hughes (1955), Cable Trans Atlantik (tahun 1866), telepon oleh Alexander Graham Bell (tahun 1876), radio telegraf oleh Guglielmo Marconi (tahun 1895), serta keberhasilah Amerika mendemostrasikan pesawat TV hitam putih pada tahun 1927.

Perkembangan komunikasi pun terus berkembang pesat setelah Amerika berhasil mendemonstrasikan pesawat TV, hingga mencapai komunikasi interaktif. Dalam kurun waktu yg relatif singkat, berbagai media komunikasi pun berhasil ditemukan. Mulai dari komputer pertama yg ditemukan di Amerika Serikat pada tahun 1942, transister oleh Labolatorium Elektronik Bell pada tahun 1947, dan TV berwarna pada tahun 1951.

Enam tahun kemudian, Rusia berhasilmeluncurkan satelit Spuntik ke angkasa luar pada tahun 1957,  disusul dengan Amerika Serikat dengan satelit Telstar pada tahun 1962, serta penemuan video recorder pada (tahun 1968), fiber optic signal (tahun 1975), TV computer game (tahun 1976), faksimili dan cetak jarak jauh (tahun 1980), teleconference, telefoto, video telepon, video-magazine, computer modem (tahun 1985), sampai penemuan telepon seluler dan jaringan internet pada tahun 1990.

Demikian panjangnya jalan perkembangan komunikasi, mulai dari yang tradisional, kuno hingga teknologi modern. Perkembangan tersebut dengan tidak sadar telah berpengaruh dalam kehidupan baik individu atau pun sosial.

Komunikasi telah memberikan warna dalam kehidupan manusia, memperpendek jarak, mempersempit dunia dan mempermudah bersosialisasi. Namun, tak dapat dipungkiri setiap perkembangan tidak semuanya memberikan dampak positif, akan tetapi kadang kala membawa dampak yang negatif.

Dampak positif dari perkembangan komunikasi akan dianfaatkan manusia untuk meningkatkan kualitas dan kuantitasnya dalam bersosialisasi sehingga menghasilkan berbagai profesi bahkan bisa menghasilkan uang. Namun jika dampak negatif dari perkembangan komunikasi akan membawa konflik dikalangan manusia serta akan maraknya kejahatan yang tentunya tidak inginkan oleh sebagian manusia. Pengaruh ini merupakan hal yang telah tergariskan dalam skenario tuhan karena takdir manusia diciptakan salah satunya adalah untuk berkomunikasi.

Begitu besarnya pengaruh komunikasi dalam kehidupan manusia, maka Peter Drucker, seorang analis manajemen Amerika Serikat menilai bahwa; di negara-negara yang sudah maju, maka setiap pembelanjaan dalam bentuk dolar, selain untuk makanan dan pakaian dihabiskan untuk kepentingan komunikasi. Drucker membuktikannya dengan menunjuk pembayaran pulsa telepon, iuran tv, internet, faksimili, radio, langganan surat kabar dan majalah, seminar, menonton, rekreasi, buku, komputer, semuanya untuk memenuhi kebutuhan informasi.

Semua pengaruh ini terjadi karena proses komunikasi berjalan sebagaimana mestinya. Komunikator dengan komunikan saling memberikan dan menerima pesan-pesan yang dikomunikasikan.

Salah satu pengaruh komunikasi yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari disekeliling kita, banyak ditemukan dalam penggunaan akses komunikasi. Misalnya penggunaan komputer, yang pada awalnya hanya orang-orang tertentu yang mengerti tentang komputer saja yang boleh menggunakan komputer, namun sekarang hampir semua orang dari berbagai lapisan masyarakat bisa menggunakan komputer walaupun orang tersebut tidak mengerti tentang komputer. Hal ini terjadi karna komunikasi telah memasyarakatkan masyarakat.