Minggu, 01 Juli 2012

Jam 12.30 WIB. Aku melakukan perjalanan menuju pusat Kota Bandung, dengan bermaksud untuk adventure. Banyak jalan yang aku lewati, banyak tempat yang aku lewati dan beberapa yang aku singgahi. Lewat jalan Cihampelas, aku pun tak lupa untuk mampir ke Ciwalk dan menuju Cinema XXI seiring realisnya film Indonesia terbaru yaitu Cinta di Saku Celana. Satu jam sudah aku nonton handphoneku bunyi karena mendapat telefon dari mama saudara aku, dan aku disuruh untuk menemaninya jalan.

Aku pun keluar dari theater mendahului yang lainnya. Setelah di loby aku mulai mencari-cari saudaraku. Akhirnya kami pun bertemu dan saudraku mengajak aku menuju KFC untuk singgah dan menikmati hidangan disana. Setelah itu, aku pun mengantarkannya pulang. Setelah aku antarkan, aku pun melanjutkan perjalananku.

Ditengah perjalanan dengan suasanya macet yang semakin menjadi-jadi, saat dilampu merah ada 22 orang anak kecil yang masih dibawah umur menhampiri mobil yang saya naiki. Mereka pun bernyanyi dengan apa adanya dengan maksud mendapatkan uang dari orang ang mendengarkannya, tiada lain untuk menghidupi dirinya.

Air mataku sempat akan keluar kendati melihat mereka bernyanyi tepat disampingku. Ketika aku melihat wajah mereka yang masih kecil-kecil, aku merasa malu dengan diriku. Aku yang lebih beruntung dari mereka, tetapi aku kalah dengan mereka. Etika aku ingin makan, aku tinggal bilang dan makanan pun datang. Tetapi mereka ??? untuk mendapatkan sesuap nasi saja mereka harus menunggu berjam-jam sampai terkumpul uang hasil dari jerih payah mereka.

Melihat mereka aku jadi terfikir ingin mendirikan lembaga untuk menampung mereka, aku ingin memberikan hak-hak mereka, seperti pendidikan, perhatian, cinta dan kasih sayang demi kelancaran psikiloginya. Semoga apa yang aku inginkan ini suat hari dapat terwujud dan mereka yang aku tampung dapat menjadi generasi pengganti para petinggi negeri yang sakit jiwa pada generasi saat ini. (TKP@Bandung, 01 Juli 2012 19.30 WIB)