TEKNIK PERSIDANGAN

Oleh : Adi Moch Priyanto

 Gambar

  1. A.  Landasan Dalil
  • QS. Ali Imran : 159

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Artinya :

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu (duniawiah). Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

  • QS. An-Nisa : 58

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

Artinya :

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat

  • QS. An-Nisa : 135

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَى أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَى بِهِمَا فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَى أَنْ تَعْدِلُوا وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

Artinya :

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia[361] kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.

 

  1. B.   Pengantar

Sidang adalah forum formal bagi pengambilan keputusan yang akan menjadi kebijakan dalam sebuah organisasi (berstruktur dan mempunyai susunan hierarkis) dengan diawali oleh konflik serta memiliki aturan main tersendiri.

Lalu apa bedanya dengan Rapat, Musyawarah, dan Diskusi ???

—  Rapat adalah forum yang bersifat formal bagi pengambilan kebijakan organisasi dalam bentuk keputusan, kesepakatan atau lainnya tanpa harus didahului oleh konflik.

—  Musyawarah adalah forum informal sebagai sarana pengambil keputusan, kesepakatan, penyebaran informasi atau lainnya dalam sebuah institusi tanpa harus didahului oleh konflik.

—  Diskusi adalah suatu pertukaran pikiran/pendapat dalam suatu pertemuan secara tertatur, dengan tujuan menghasilkan suatu pengertian yang lebih nyata, benar, mendalam,dan luas bagi setiap peserta diskusi.

 

  1. C.  Macam-macam Persidangan
    1. Sidang Pleno : Sidang yang dihadiri oleh seluruh peserta sidang. Termasuk ke dalam kategori sidang ini adalah: Sidang pendahuluan yang biasanya untuk menetapkan jadual, tata tertib dan pemilihan presidium sidang.
    2. Sidang Paripurna : biasanya berisi tentang pengesahan hasil-hasil sidang.
    3. Sidang Komisi : sidang yang diikuti oleh peserta terbatas (anggota komisi), sidang ini diadakan untuk pematangan materi sebelum diplenokan, dipimpin oleh pimpinan komisi.
    4. Sidang Sub-komisi : sidang ini lebih terbatas dalam sidang komisi guna mematangkan materi lanjut.

 

  1. Unsur-unsur Persidangan
    1. Tempat atau ruang sidang
    2. Waktu dan acara sidang
    3. Pokok permasalahan
    4. Peserta sidang

4. Perlengkapan sidang

  • Palu Sidang
  • Draft Sidang: Konsideran, Agenda Acara, Tata Tertib, Materi Persidangan

5. Tata tertib sidang

6. Presidium Sidang

7. keputusan/kesimpulan sidang

Pimpinan dalam persidangan yang dibentuk dalam sidang pleno yang bertugas memimpin, mengatur, dan memutuskan hasil sidang, presidium sidang terdiri dari:

  • Pimpinan / Ketua

– tidak subjektif (bersifat netral)

– menghargai setiap pendapat

– merespon setiap pendapat

– menasehati peserta yang tidak beretika

– memutuskan setiap keputusan dengan bijak

  • Notulen

– mencatat setiap pendapat

– memberi masukan kepada pimpinan sidang

– mengklarifikasi jika arah persidangan terlalu melebar

– mengambil kesimpulan

  • Anggota

– membantu pimpinan sidang dalam memutuskan

– mengganti pimpinan sidang jika diperlukan

– memberi masukan kepada pimpinan sedang sebelum memutuskan

 

  1. E.   Istilah yang ada dalam Persidangan
  • Skorsing adalah penundaan acara sidang untuk sementara waktu atau dalam waktu tertentu pada waktu sidang berlangsung
  • Lobbying adalah penentuan jalan tengah atas konflik dengan skorsing waktu untuk menyatukan pandangan melalui obrolan antara dua pihak atau lebih yang bersebrangan secara informal.
  • Konsiderans adalah suatu hal yang mempertimbangkan keputusan.
  • Demisioner adalah proses pelepasan jabatan.
  • Quorum adalah peserta sidang.
  • Voting adalah teknis pemungutan suara terbanyak untuk mencari sebuah keputusan.
  • Aklamasi adalah kesepakatan sidang dengan suara bulat atau persetujuan yang tidak lagi memerlukan voting.
  • Interupsi adalah memotong pembicaraan, ditempuh dengan menggunakan kata “interupsi” yang pada hakekatnya meminta kesepakatan untuk berbicara.

Macam-macam intrupsi

  1. Interupsi point of order : meminta kesempatan untuk bicara atau dipergunakan untuk memotong pembicaraan yang dianggap menyimpang dari masalah.
  2. Interupsi point of information : memberikan atau meminta penjelasan atas apa yang telah disampaikan.
  3. Interupsi point of clarification : meluruskan permasalahan agar penyimpangan tidak semakin menajam.
  4. Interupsi point of personal previledge : tidak setuju atas pemojokan, penyinggungan persoalan pribadi.
  5. Intrupsi point of out order : yaitu memotong pembicaraan untuk menyampaikan sesuatu di luar pembahasan.

 

  1. F.   Aturan  dan Fungsi Ketukan Palu

1X Ketukan

  • Untuk Skorsing waktu 1X sekian menit.
  • Mencabut Skorsing 1X sekian menit.
  • Untuk mengesahkan per point.
  • Penyerahan Palu Sidang

2X Ketukan

  • Untuk Skorsing waktu 2X sekian menit.
  • Mencabut Skorsing 1X sekian menit.

3X Ketukan

  • Membuka Persidangan
  • Memutuskan hasil Persidangan
  • Menutup Persidangan

4X Ketukan / Lebih

Catatan:

Ketukan 4x lebih Digunakan untuk memperingati peserta yang ribut dengan menggunakan kaki palu sidang